Busana Sopan, Perasaan juga Nyaman

De la Saferpedia
Salt la: navigare, căutare

Beberapa hari yang lalu, aku sekeluarga menghabiskan tenggat liburan di satu mall di Depok. Seperti biasa, abdi mengajak anak lelaki aku yang berumur 1, 5 tahun main di pusat sajian anak-anak pada supermarket tersebut. Ia amat senang bisa bebas berlarian kesana kemari, memainkan semua mainan dengan ada dan berinteraksi dengan anak-anak unik sebayanya. Saya dgn sabar tetap menjelaskan kemana ia berangkat dan ikut larut dengan semua suguhan yang dimainkannya.

Olehkarena itu hari itu betul dengan hari libur maka pengunjung pasar modern ramai sekali, demikian juga di gelanggang bermain anak-anak. Makin masing-masing anak ditemani orang tuanya tampil, waah … tambah ramai saja.

Dalam tengah asyik mengikuti si kecil permainan, tiba-tiba kuping beta mendengar seorang pangkal berbicara setengah berbisik kepada rekannya sesama ibu-ibu yang juga menemani anaknya bermain.

” eh … ini lihat! ada deposito, isi koin yuuk ”. Ia menuding dan kemudian itu berdua cekikikan.

Sebab penasaran, saya pula biar segera melayangkan pantauan ke arah yang ditunjuk ibu itu. Ternyata yang menjadi bahan tertawaan itu adalah seorang ibu muda yang juga terkencar-kencar asyik menemani putranya bermain Permainan Berpakaian Perempuan. Ibu yuana tersebut mengenakan rok bahan rajutan tubuh pendek dan lama baju tersebut cuma sampai batas pinggangnya saja. Potongan sosial baju tersebut maujud huruf V serta agak panjang oleh karena itu memperlihatkan belahan di dadanya. Sedangkan buat bawahan, ia mengikat celana jins rancangan pensil super sesak berwarna hitam dan ban pinggangnya terletak di bawah pusar. Sehingga apabila posisinya jongkok, maka pinggang celananya akan interes kebawah dan rok tertarik keatas akibatnya belahan ” sesi belakang ” nya akan terlihat.

Kebetulan saat saya malayangkan pandangan ke arahnya ia sedang di posisi jongkok, dan mengertilah saya secara istilah ” peti uang ” yang dalam bisikkan ibu-ibu tadi.

Ternyata tidak hamba dan ibu-ibu tadinya saja yang menghiraukan penampilan serta ” celengan ” si ibu muda tadi, hampir setiap pacar yang berseliweran pada arena bermain tersebut juga tak luput dari pemandangan itu. Ada yang menelaah sambil tertawa, tersenyum, risih, juga terdapat yang geleng-geleng kepala.

Sadar ia menjadi perhatian orang-orang, tiap sebentar ia pula biar menarik celananya ke atas dan menarik bajunya ke bawah semoga bagian tubuhnya yang seharusnya tertutup tersebut tak kelihatan. Namun demikian semakin ia menarik-narik pakaiannya dan menyamarkan ” celengan ” nya, semakin terlihat ketidaknyamanannya. Fokus lawan anakpun terpecah. Dalam satu sisi ia harus tetap meneliti dan menemani anaknya bermain, di sebelah lain ia giat dengan pakaiannya secara mengumbar aurat ini.

Di mata aku, ia benar-benar tampil tidak nyaman dan juga membuat orang2 lain di sekitarnya ikut-ikutan tidak cocok. Berpasang-pasang mata menjamu risih kepadanya. Ia pun kelihatannya gak senang juga dgn kondisi tersebut. Hhmm … salah seorang diri, ngapain juga ke tempat umum berpakaian seperti itu. Bukankah saat ini banyak pilihan bervariasi model pakaian guna wanita yang makin dan ngetrend sekali lalu juga sopan serta nyaman?